Edukasi & Tips Sehat25 Juli 2026

Cara Membedakan Ayam Segar dan Ayam yang Sudah Lama di Pasar

Pasar tradisional di Tangerang dengan ayam segar berkualitas - Photo by Siswoyo Ari wijaya on Pexels

Membeli daging ayam di pasar tradisional memang membutuhkan kejelian tersendiri. Tidak seperti produk kemasan berlabel, ayam yang dijual eceran di pasar tradisional jarang mencantumkan tanggal kedaluwarsa. Akibatnya, banyak konsumen tertipu membeli ayam yang sudah lama dan kualitasnya menurun. Dalam artikel ini, kita akan membahas 7 cara membedakan ayam segar dan ayam yang sudah lama di pasar, agar kamu selalu mendapat daging terbaik untuk keluarga.

1. Perhatikan Warna dan Penampilan Kulit Ayam

Salah satu indikator paling mudah dilihat adalah warna kulit ayam. Ayam segar memiliki kulit yang berwarna kuning alami atau putih bersih, tergantung ras dan pakannya. Kulit tampak kenyal, tidak mengering, dan memiliki sedikit kilau alami.

Sebaliknya, ayam yang sudah lama disimpan biasanya memiliki kulit berwarna lebih pucat, keabu-abuan, atau kekuningan tidak wajar. Kulit tampak kering, kusam, dan tidak elastic seperti ayam segar. Dalam beberapa kasus, kulit ayam lama bahkan terlihat mengerut di area tertentu.

Perhatikan juga apakah ada bercak hijau atau keunguan pada kulit. Bercak tersebut bisa menjadi tanda ayam sudah mulai mengalami pembusukan awal dan tidak layak dikonsumsi.

2. Cek Tekstur dan Warna Daging

Setelah mengangkat kulit ayam, periksa tekstur daging di bawahnya. Daging ayam segar memiliki tekstur yang padat dan elastis - jika ditekan dengan jari, daging akan kembali ke bentuk semula perlahan. Warna daging segar tampak merah muda atau merah terang, tergantung bagian tubuh ayam.

Bandingkan dengan daging ayam yang sudah lama: teksturnya lembek dan mudah sobek saat disentuh. Warna daging berubah menjadi lebih gelap, kecokelatan, atau keunguan. Daging yang sudah lama juga cenderung lebih lengket karena adanya lendir berlebih akibat aktivitas bakteri.

Jika kamu melihat daging yang tampak "sparer" atau berair secara berlebihan, waspadalah - ini sering menjadi tanda ayam telah mengalami pencairan beku berulang kali dan sudah tidak segar.

3. Cium Bau dan Aroma Ayam

Uji penciuman adalah cara paling cepat untuk menentukan kesegaran ayam. Ayam segar memiliki aroma khas daging yang netral dan tidak menusuk. Bau tersebut tidak mengganggu dan segera hilang setelah daging dicuci.

Ayam yang sudah lama memiliki aroma asam atau anyir yang lebih kuat. Bau ini terjadi karena proses penguraian protein oleh bakteri sudah dimulai. Jika kamu mencium bau busuk, amonia ringan, atau aroma asam yang menusuk hidung, sebaiknya hindari membeli ayam tersebut.

Pada kasus ayam beku yang sudah lama disimpan, bau freezer atau aroma tawar juga bisa menjadi penanda bahwa ayam telah kehilangan kesegarannya.

4. Periksa Kondisi Mata dan Kepala Ayam

Jika kamu membeli ayam utuh, pemeriksaan mata bisa sangat membantu. Mata ayam segar tampak cerah, penuh, dan sedikit mencuat dari orbitsnya. Kornea jernih, tidak keruh. Ayam yang sudah lama memiliki mata yang cekung, keruh, dan berwarna abu-abu atau kecokelatan.

Kepala ayam yang masih menempel juga bisa menunjukkan tanda-tanda kesegaran. Kulit kepala ayam segar masih kencang dan berwarna cerah. Kulit kepala yang layu, mengering, atau berubah warna menjadi gelap menandakan ayam sudah tidak segar.

Beberapa pedagang mungkin sudah melepas kepala dan leher ayam sebelum dijual. Jika demikian, minta penjual untuk menunjukkan bagian dada atau paha yang bisa memberi petunjuk serupa.

5. Tekan Daging untuk Menguji Keelastisan

Tes tekanan adalah metode sederhana namun efektif untuk menguji kesegaran daging ayam. Tekan daging ayam dengan jari telunjuk secara perlahan. Daging segar akan terasa kenyal dan bekas tekanan akan menghilang dalam beberapa detik.

Daging ayam yang sudah lama tidak memiliki elastisitas tersebut. Bekas tekanan akan tetap terlihat cukup lama, bahkan kadang daging terasa sangat lembek dan tidak memberikan respons elastis sama sekali. Ini terjadi karena struktur protein daging sudah mulai rusak.

Lakukan tes ini di beberapa bagian ayam untuk mendapatkan gambaran keseluruhan, terutama di bagian dada dan paha yang paling sering digunakan.

6. Periksa Warna dan Kondisi Lemak

Lemak ayam segar berwarna kuning cerah hingga oranye muda, tergantung jenis pakan yang diberikan kepada ayam. Lemak tampak padat, tidak encer, dan tersebar merata di bawah kulit serta di sekitar rongga perut. Tekstur lemak segar sedikit lengket tetapi tidak berbau.

Jika lemak berwarna kuning kecokelatan, abu-abu, atau tampak encer dan berbau tengik, itu menandakan ayam sudah lama disimpan. Lemak yang sudah oksidasi juga terasa lebih lengket dan lembek secara keseluruhan.

Pada ayam yang diberi pakan nabati berkualitas seperti yang digunakan Meat Up Fresh, lemak cenderung memiliki warna kuning alami yang lebih kaya dan tekstur yang lebih padat karena pola makan yang lebih terkontrol.

7. Lihat Kondisi Tulang dan Bagian Dalam Rongga Perut

Untuk ayam utuh, periksa bagian dalam rongga perut. Dinding rongga perut ayam segar tampak mengkilap dan lembab secara alami, tanpa lendir berlebih. Warna dalam rongga merah muda terang hingga merah gelap, tidak kecokelatan atau kehijauan.

Tulang ayam segar berwarna putih bersih dan padat saat disentuh. Tulang yang mulai berubah warna menjadi kecokelatan atau keunguan menandakan ayam sudah lama dan mulai mengalami pembusukan internal. Tulang seperti ini juga lebih mudah patah karena kepadatannya sudah menurun.

Jika rongga perut berbau tidak sedap atau tampak ada sisa darah yang sudah menggumpal dan menghitam, itu adalah tanda ayam sudah lama tidak segar.

Tips Menyimpan Ayam dengan Benar Setelah Membeli

Setelah kamu berhasil memilih ayam segar, cara penyimpanan afterwards juga sangat penting untuk mempertahankan kualitasnya. Simpan ayam di bagian paling dingin freezer atau kulkas, yaitu di rak paling bawah, untuk menghindari tetesan air ke bahan makanan lain.

Ayam segar utuh bisa disimpan di kulkas selama 1-2 hari saja. Untuk penyimpanan lebih lama, masukkan ke dalam freezer dan bisa tahan hingga 6-9 bulan tergantung suhu. Selalu tulis tanggal pembelian di kemasan agar kamu tahu kapan ayam sebaiknya segera diolah.

Hindari menyimpan ayam di suhu ruang lebih dari 2 jam. Jika kamu melihat ayam mulai berbau tidak sedap atau berubah warna setelah dicairkan dari freezer, segera buang dan jangan dikonsumsi.

Kenapa Memilih Ayam dari Penyedia Terpercaya?

Proses distribusi ayam dari peternakan ke pasar tradisional memakan waktu dan melibatkan banyak pihak. Makin panjang rantai distribusi, makin besar kemungkinan kualitas kesegaran menurun di perjalanan. Karena itu, memilih penyedia yang memiliki sistem distribusi singkat dan terkontrol menjadi sangat penting.

Meat Up Fresh menjaga kesegaran ayam nabati dari peternakan langsung ke rumah kamu melalui jalur distribusi berpendingin. Setiap produk melalui kontrol kualitas ketat sebelum dikirim. Kamu bisa melihat berbagai pilihan potongan ayam berkualitas di katalog produk Meat Up Fresh, termasuk dada ayam karkas dan sayap ayam yang cocok untuk berbagai resep.

Jika kamu butuh inspirasi memasak dengan ayam segar, coba resep Soto Ayam Nabati Khas Malang yang memanfaatkan kaldu bening dan rempah pilihan untuk pengalaman makan yang sehat dan lezat.

Ringkasan: Ciri-Ciri Ayam Segar yang Wajib Diketahui

Berikut poin-poin penting untuk membedakan ayam segar dan ayam lama:

  • Warna kulit: kuning alami atau putih bersih, mengkilap, tidak kusam atau mengerut
  • Tekstur daging: padat, elastis, tidak lembek atau lengket berlebihan
  • Aroma: netral, tidak anyir atau berbau busuk
  • Mata (jika masih menempel): cerah, penuh, tidak cekung atau keruh
  • Lemak: kuning cerah hingga oranye, padat, tidak encer atau berbau tengik
  • Tulang: putih bersih dan padat, tidak kecokelatan atau rapuh
  • Rongga perut: berwarna merah muda, tanpa lendir berlebih atau bau tidak sedap

Dengan memahami ciri-ciri di atas, kamu bisa lebih cerdas dalam memilih ayam segar di pasar. Happy shopping!


Referensi/Sumber:

MU

Ditulis oleh Tim Meat Up Fresh

Konsultan Gizi & Kualitas Pangan