Edukasi & Tips Sehat15 Agustus 2026

Cara Membedakan Ayam yang Diberi Pakan Herbal dan Nabati dari Ayam Konvensional

Ayam broiler di peternakan dengan pakan herbal dan nabati. Photo by Raja J on Pexels

Belakangan ini, permintaan terhadap daging ayam dengan pakan nabati dan herbal terus meningkat. Banyak keluarga di Indonesia mulai menyadari bahwa jenis pakan yang diberikan kepada ayam dapat memengaruhi kualitas daging, rasa, dan bahkan nilai gizinya. Namun, bagaimana cara membedakan ayam yang diberi pakan nabati dan herbal dengan ayam konvensional? Berikut panduan lengkapnya untuk membantu Anda memilih dengan lebih tepat.

1. Warna Daging yang Cenderung Lebih Segar dan Tidak Kusam

Salah satu indikator paling mudah diamati adalah warna daging ayam. Ayam yang diberi pakan nabati dan herbal cenderung memiliki daging dengan warna yang lebih cerah dan pink - tidak pucat seperti ayam yang diberi pakan monoton berbasis jagung atau kedelai olahan. Warna daging yang cenderung merah muda segar menunjukkan bahwa ayam tersebut memiliki akses ke berbagai nutrisi dari tumbuh-tumbuhan dan bumbu herbal yang mendukung pembentukan mioglobin secara alami.

Sebaliknya, ayam yang diberi pakan konvensional sering kali memiliki daging berwarna lebih pucat atau abu-abu, terutama pada bagian dada. Hal ini berkaitan dengan kurangnya variasi pigmen alami dalam pakannya. Ketika Anda membeli daging ayam dari Meat Up Fresh, warna daging yang kami kirimkan ke rumah Anda biasanya menunjukkan kesegaran yang konsisten karena proses pemilihan yang ketat di tahap quality control.

2. Tekstur Daging Lebih Padat dan Elastis

Ciri kedua yang bisa Anda cek langsung adalah tekstur daging. Ayam dengan pakan nabati dan herbal umumnya memiliki tekstur daging yang lebih padat dan kenyal saat disentuh. Ketika Anda menekan daging ayam tersebut, teksturnya akan kembali ke bentuk semula dengan cepat - tanda bahwa serat daging masih kuat dan tidak mengalami degenerasi akibat akumulasi lemak jenuh yang berlebihan.

Untuk membandingkannya, coba sentuh daging ayam dari dua sumber berbeda secara bersamaan. Ayam dengan pakan nabati biasanya terasa lebih "berisi" di tangan, sedangkan ayam konvensional cenderung lebih "lembek" dan mudah meninggalkan jejak tekanan jari. Anda bisa merasakan perbedaan ini pada bagian paha dan dada ayam. Tekstur yang padat ini juga membuat daging lebih tahan terhadap proses oksidasi saat disimpan di kulkas, sehingga kesegaran ayam bertahan lebih lama. Jika Anda ingin tahu berapa lama ayam segar bisa disimpan dengan optimal, kami telah menulis panduan lengkapnya di artikel Berapa Lama Ayam Segar Bisa Disimpan di Kulkas?.

3. Bau Amis yang Lebih Ringan atau Hampir Tidak Ada

Ini adalah ciri yang paling sering dirasakan oleh konsumen: ayam berbobot nabati dan herbal memiliki bau amis yang jauh lebih ringan dibandingkan ayam biasa. Mengapa bisa begitu? Karena pakan nabati yang mengandung rempah-rempah seperti kunyit, jahe, dan temulawak secara alami membantu mengurangi senyawa trimethylamine yang menjadi penyebab utama bau amis pada daging ayam.

Ketika Anda memasak ayam dari Meat Up Fresh, Anda mungkin menyadari bahwa daging tidak perlu direndam lama dalam air jeruk nipis atau dibumbui dengan marinasi berat untuk menghilangkan bau. Cukup dengan bawang putih, garam, dan sedikit minyak, rasa alami ayam sudah lezat. Ini adalah salah satu keunggulan utama yang membedakan pengalaman memasak dengan ayam nabati dari pengalaman memasak dengan ayam konvensional.

4. Lapisan Lemak di Bawah Kulit Lebih Tipis dan Berwana Kekuningan

Perhatikan lapisan lemak di bawah kulit ayam. Ayam yang diberi pakan nabati dan herbal umumnya memiliki lapisan lemak yang lebih tipis dibanding ayam konvensional, dan warna lemaknya cenderung kekuningan alami - bukan putih bersih atau abu-abu. Warna kekuningan ini berasal dari pigmen karotenoid yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan dan rumput hijau yang menjadi bagian dari pakan nabati.

Kandungan lemak yang lebih sedikit ini membuat ayam nabati lebih cocok untuk keluarga yang sedang menjaga asupan lemak jenuh, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Dari segi nutrisi, daging ayam tanpa kulit dari ayam nabati memiliki profil lemak yang lebih baik tanpa mengorbankan kandungan proteinnya yang tinggi. Dalam artikel kami tentang perbandingan gizi dada ayam versus paha ayam, kami menjelaskan lebih detail mengenai komposisi nutrisi masing-masing bagian ayam yang perlu Anda ketahui.

5. Label Sertifikasi dan Informasi Produk yang Jelas

Cara paling terpercaya untuk memastikan Anda membeli ayam berbobot nabati dan herbal adalah dengan memeriksa label dan sertifikasi yang menyertainya. Di Indonesia, pastikan produk yang Anda beli memiliki izin edar dari BPOM dan sertifikasi halal dari MUI atau lembaga halal yang diakui. Sertifikasi halal dan NKV (Nomor Kontrol Veteriner) menunjukkan bahwa produk telah melalui proses pemotongan dan penanganan yang sesuai standar keamanan pangan nasional.

Meat Up Fresh secara konsisten menyediakan informasi lengkap mengenai produk kami, mulai dari bagian daging yang tersedia - dada ayam karkas, paha ayam karkas, sayap ayam, hingga ayam giling - semuanya tersedia dengan label yang jelas dan traceability ke peternakan sumber.

Kesimpulan

Mengenali ayam berbobot nabati dan herbal sebenarnya tidak sulit jika Anda tahu apa yang harus dilihat. Dari warna daging yang lebih cerah, tekstur yang lebih padat, bau amis yang lebih ringan, hingga lapisan lemak yang lebih tipis dan kekuningan, semua ciri fisik ini bisa Anda cek langsung saat membeli atau memasak. Yang paling penting, pastikan selalu membeli dari penjual yang transparan mengenai sumber Ternak dan memiliki sertifikasi resmi. Dengan panduan ini, keluarga Indonesia bisa lebih mudah menemukan ayam berkualitas untuk setiap hidangan.

Referensi/Sumber

  • BPOM RI. Peraturan tentang Pengawasan Obat dan Makanan. Diakses 2025.
  • FAO (Food and Agriculture Organization). "Animal Feeding and Food Safety." Diakses 2025.
  • MUI (Majelis Ulama Indonesia). Guidelines for Halal Certification of Poultry Products. 2024.
MU

Ditulis oleh Tim Meat Up Fresh

Konsultan Gizi & Kualitas Pangan